Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan

3.04.2019

Rejeki Kemarin

Rejeki itu bentuknya banyak dan tidak melulu soal materi..


Read more…

8.19.2018

Teman Perjalanan

Sore ini Danda baru pulang jalan-jalan dengan 3 teman lamanya dari organisasi pencinta alam semasa kuliah. Seru sekali mendengar cerita mereka. Tadi sebelum bubaran juga sempat becanda, begurau, besakat. Haha. Walaupun tidak ikut dalam perjalanan, rasanya ikut senang melihat keceriaan mereka. Jadi teringat masa lalu deh..

Majid - Jani - Agri - Kojay

Read more…

2.02.2017

Jalan-Jalan Mancing Kenangan

Kemarin sore saya diajak jalan-jalan sore oleh Kanda dkk. Mau mancing, katanya. Kebetulan ada mobil kantor yang bisa dipakai, jadi sip lah. Saya sih ikut saja. Toh tinggal duduk manis di mobil, apa susahnya kan. ^^

Jalan-Jalan Mancing
Siap-siap memancing

Read more…

12.04.2016

Kenangan Jalan-Jalan Bareng Ami

Akhir pekan ini, Ami --teman pasca yang sedang bekerja di perbatasan negeri-- berlibur ke Pontianak. Sebenarnya sih tidak murni berlibur karena dia terlebih dahulu harus menyelesaikan transaksi jual beli rumput yang diperlukan untuk taman border. Di liburannya kali ini, Ami kembali menginap di rumah. Kami sekeluarga sih senang saja menerimanya. Kalau kata Mama' saya, terbayang dengan saya dulu waktu di rantau dan jauh dari keluarga. Kami akan menganggapnya keluarga, toh keluarga tak melulu terkait darah, kan?!

Ini dia Nur Azmi a.k.a Ami.
**Saya lupa ngambil foto selfie berdua

Read more…

7.01.2016

BukBer Dadakan

Dalam rangka menyelamati hari jadi pernikahan saya dan Kanda, Mama' mengajak kami makan di luar sekeluarga. Saya sih oke saja, tapi berhubung Kakak akan seminar proposal penelitian di pagi besok, niat tersebut diurungkan sementara. Walaupun tidak jadi berbuka puasa bersama keluarga, saya dan Kanda tetap berbuka di luar. Malah bersama 3 teman lama: Tan, Jumi, Aini. Padahal tidak direncanakan. Kok bisa yah.. ^^

Kanda-Tan-Jumi-Aini-Yanet


Read more…

6.30.2016

Berbuka Puasa Dengan Teman-Teman Lama

Kemarin saya dan Kanda berbuka puasa bersama teman-teman kuliah kami dulu. Sudah hitungan tahun juga rasanya tidak bertemu dengan sebagian dari mereka. Syukurlah tahun ini bisa terlaksana. Alhamdulillah.



Read more…

6.25.2016

Pencarian Masjid Terdekat dan Hilangnya Johny

Setelah menerima kenyataan bahwa kami ditinggalkan bis di Teluk Suak, kami semua berjalan kaki ke arah Pontianak sambil membawa seluruh barang pribadi maupun kelompok. Bukan pulang ke Pontianak dengan berjalan kaki, ya, melainkan dalam misi mencari masjid terdekat. Soalnya permukiman di sekitar pelabuhan didominasi oleh etnis china non-muslim, jadi mustahil menumpang sholat.



Read more…

Kenangan Jurit Malam Rasa Kematian

Jurit malam rasa kematian, mungkin itu judul yang cocok untuk tema jurit malam yang saya rasakan waktu mengikuti acara Tafakur Alam (TA) tahun 2005 lalu..

[Baca cerita sebelumnya di sini]



Read more…

Pahit Manis TA '05 di Pulau Kabung

Acara Tafakur Alam (TA) sebelas tahun lalu cukup berkesan buat saya. Ada cerita manisnya, ada juga yang agak sepet, pahit, masam. Tapi apapun itu, saya senang bisa mengingatnya, mengingat orang-orangnya, dan pelan-pelan mengambil hikmahnya. Memori bukan hanya untuk dikenang kan, tapi juga diambil pelajaran.

[Baca cerita awalnya di sini]

Tafakur Alam 2005 Pulau Kabung


Read more…

6.24.2016

Memori Tafakur Alam 2005

Pagi ini saya tak sengaja menemukan sebuah benda kenangan. Benda sederhana yang berhasil memanggil kenangan manis tepat 11 tahun yang lalu..

Tafakur Alam 2005 Pulau Kabung
Kenang-kenangan dari tafakur alam 2005


Read more…

4.12.2016

Berkah Ngeblog: Mukena Baru

Rasanya senang sekali ketika pagi ini dapat kiriman tali asih dari acara giveaway kolaborasi blog-nya mba Irly dan mba Diah di Kendari.



Read more…

Mengunjungi Desmy si Ibu Baru

Awal bulan April ini, salah seorang sahabat baik saya semasa SMA, Desmy, melahirkan anak pertamanya. Hari Sabtu sebenarnya saya diundang menghadiri acara aqiqah dan gunting rambut anandanya, tapi karena tidak nyaman badan (sakit kepala dan agak demam), saya tidak bisa hadir.


Read more…

4.01.2016

Makan Siang Bersama Teman

Gara-gara salah seorang teman posting fotonya naik sepit (kapal cepat) menuju ibukota provinsi, saya dan beberapa kawan di masa kuliah S1 dulu menyempatkan diri ketemuan sambil makan siang, siang kemarin. Time fly so fast..


Read more…

3.06.2016

Teman Nge-Blog Tercihuy

Okee, hari ini saya mau menulis tentang teman ngeblog saya selama ini. Ada yang penasaran? Hehe, penasaran tidak penasaran, saya tetap akan cerita. *maksa xD

Best Friend Blogger
Best Friend Blogger

Read more…

1.25.2016

Dunia Penuh Warna

Tanpa mengecilkan kesulitan yang dialami para pria, saya sependapat bahwa jadi perempuan itu punya tantangan sendiri, yang mungkin agak sulit dipahami lelaki.

(sumber gambar: forbes.com)

Read more…

12.09.2015

Kue Selamatan

Hari ini libur nasional karena pilkada serentak. Kakak, Abang, dan Isna kemarin berangkat ke Sambas untuk mencoblos hari ini. Eh, tapi bukan masalah pemilu yang mau saya ceritakan kali ini. Politik benar-benar bukan ranah saya, jadi mari saya ceritakan hal yang lain..


Misalnya kue ini. Ini adalah kue selamatan yang diberikan oleh rekan kerja Mama', tadi. Beliau rencananya besok akan berangkat umroh bersama keluarganya, termasuk anaknya yang dulu pernah les privat dengan saya, M. Furqon Kautsar atau biasa dipanggil Kokon.

Teringat dulu Kokon sering membuat komik strip lucu untuk dipamerkannya kepada saya, bercerita apa saja, atau bergurau dengan adik-adik les saya yang lain sambil makan semangkuk bubur kacang hijau buatan Mama' saya sebelum mereka pulang usai belajar bersama. Waktu tak bisa diulang. Senang rasanya memiliki kenangan manis seperti itu.

Sekarang adik-adik les sudah besar-besar, sudah bujang dan dare. Termasuk Kokon. Ia sekarang mahasiswa tahun kedua fakultas teknik sipil yang sedang sibuk-sibuknya dengan tugas. Sekarang kami jarang ketemu meskipun jarak rumah hanya beberapa blok. Untuk berkomunikasi paling-paling via whatsapp atau bbm saja, itupun saya yang mulai percakapan. Adik-adik les yang lain juga sama. Maklum sih, mereka sibuk. Mengingatkan saya jaman kuliah dulu. :)

Besok Kokon dan keluarga akan berangkat ke tanah suci untuk umroh. Alhamdulillah. Ehem. Dalam hati saya agak iri juga sih, di umur yang masih belia ia sudah akan mengunjungi tanah suci, bersama keluarga pula. Tapi tentunya itu tidak mengurangi perasaan saya yang ikut bersuka cita atas kebahagiaan keluarga Kokon yang akan beribadah di tanah suci. Senangnyaa.. ^^  Saya dan keluarga mendoakan yang terbaik untuk Kokon dan keluarga, semoga perjalanannya lancar dan ibadahnya di sana dimudahkan dan diberkahi Allah, aamiin.

Dan akhir kata, semoga suatu saat saya dan orang-orang terkasih juga bisa umroh atau haji bersama. Entah kapan itu, saya belum tahu, heuheu. Tolong aamiin-kan ya teman-teman. Dalam hati juga tidak apa-apa. Insyaallah doa baiknya berbalik kepada teman-teman juga. Insyaallah.

Oke. Sekian dulu yaa. Saya mau makan kuenya dulu, hehe. Salaam! ^^


Read more…

9.10.2015

Ucapan Terima Kasih

Sudah lama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas dukungannya kepada saya dan suami. Berhubung semua ucapan terima kasih ini tidak dapat tertampung di lembar ucapan terima kasih di tesis, dan sekarang adalah momennya, maka saya akan menuliskan di blog saja hari ini.


Pertama-tama, tentu saja kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan S2 bersama suami di perguruan tinggi pilihan kami, IPB. Atas izinNya juga, pengajuan beasiswa pendidikan kami yang sempat dihalangi dan dipersulit segelintir manusia pun, bisa lolos di DIKTI. Alhamdulillah. Terima kasih, Allah SWT.

Kepada Rasulullah yang menjadi tauladan terbaik dalam kehidupan ini. Yang mengajarkan untuk bersabar di saat sulit dan bersyukur di saat senang. Terima kasih, Muhammad SAW.

Kepada Bapak M. Karmoni dan Mama' Patriani tersayang yang tidak henti mendukung saya secara moral, spiritual, dan finansial. Semoga Allah mengizinkan ananda untuk berbakti sebaik mungkin kepada keduanya, aamiin. Terima kasih, ma', pak..

Kepada belahan jiwa, Janiarto Paradise Pawa, yang telah menjadi imam yang sabar dan banyak membantu mengarungi kehidupan, termasuk studi. Juga kepada ananda Hanif Edelweissar yang meskipun sudah lama berpulang dan tak sempat bersama namun ketiadaannya tetap memberi warna dalam hati saya. Terima kasih, Kanda. Terima kasih, ananda..

Kepada keluarga besar terkasih: Ibuk, Kak Lia, Bang Pari, Dedek, Didi, Nopi, Isna, Bang Uli, Dek Niar, Kak Sri, Maya, Semol, atas dukungan moral dan doa, terutama ketika saya sedang berada di titik terendah kehidupan. Terima kasih semuanya..

Kepada kedua dosen pembimbing tesis, Bu Nurhayati H.S. Arifin dan Prof Hadi Susilo Arifin yang tetap sabar membimbing saya di sela-sela kesibukannya yang padat. Kepada civitas akademika IPB, terutama para dosen Arsitektur Lanskap yang telah berbagi ilmu. Kepada DIKTI yang telah memberikan beasiswa unggulan. Kepada teman-teman pasca dan GSP yang mewarnai hari-hari selama di Bogor. Kepada staf pasca maupun departemen yang banyak membantu. Kepada bu pantry yang suka memberi saya air putih waktu menunggu dosen. Terima kasih.

Kepada teman-teman seangkatan, pasca ARL 2011: Kanda, Mbak Roosna, Arthum, Anggi, Icha, Ochi, Rio, Wiwiek, Vina, Presti, Dedi, Joe, Pak Guriang, Arkham, Tya, Loli, Deb. Terima kasih atas pertemanan yang seru, dan penuh rasa. I'll miss you all.

Kepada Zube, si laptop biru yang setia menemani 4 tahun ini. Semoga panjang umur dan selalu berguna. Terima kasih.

Kepada Kepala Jurusan Agronomi, Dekan Fakultas Pertanian, dan Rektor Universitas Tanjungpura yang telah memberikan kesempatan saya dan suami melanjutkan studi dengan cara menandatangani berbagai berkas penting yang diperlukan pada saat pendaftaran. Terima kasih.

Kepada dosen-dosen yang bersedia memberikan rekomendasi untuk saya: Bu Rizalinda (FMIPA) dan Bu Chairani Siregar (FAPERTA). Terima kasih atas kepercayaan ibu kepada saya. Mohon maaf karena masa studi saya meleset dari harapan.

Kepada orang-orang yang telah bersekongkol dan berniat menghambat langkah kami secara tidak profesional 4 tahun lalu, yang tak perlu dan tak berniat saya sebutkan namanya sekalipun di blog kenangan manis ini. Saya mungkin tidak mampu tidak berlebihan membalas perbuatan itu,  jika diberikan kesempatan, maka semoga Allah Yang Maha Adil saja yang membalas. Terima kasih atas pelajaran hidup tersebut.

Kepada Bu Siti Ifadatin yang telah bermurah hati memberi kami tempat menginap selama sepekan tanpa biaya sepeserpun waktu kami belum mendapat kontrakan. Kepada Bu Padma yang menawarkan tempat menginap. Kepada sesama anak rantau: Ari Sunandar yang menemankan Kanda mencari kontrakan, Riyandi yang sering dititipi motor, Jorion yang menjual motornya dengan harga miring, Nhepa yang selalu siap dan banyak membantu dengan tulus, Asih dan Heni yang sering direpotkan dengan titipan surat-menyurat sewaktu kami sudah pulkam. Terima kasih, semua..

Kepada seluruh masyarakat Desa Ensaid Panjang, Sintang, Kalimantan Barat, yang banyak membantu dalam pengumpulan data penelitian saya dan suami. Atas keramahtamahan dan kerjasama nya. Atas perjuangan mempertahankan hutan demi generasi depan. Terima kasih.

Kepada lembaga swadaya masyarakat PRCF, pejabat desa maupun kantor dinas yang memberikan kontribusi penting untuk data penelitian. Terima kasih.

Kepada adik-adik les yang dulu terpaksa kehilangan induk tapi tetap menjalin silaturahmi manis bersama keluarga saya di rumah bahkan saat saya belum pulang: Icad, Kokon, Apja, Aam, Anis, Hani, Inggit. Terima kasih, yaa..

Kepada blog dan teman-teman blogger yang menyemangati dari jauh. Terima kasih.

Kepada seluruh sanak keluarga, handai taulan, dan karib kerabat yang selalu memberikan dukungan dalam senyap, yang tidak mendoakan selain kebaikan, yang selalu tersenyum tulus kepada kami. Terima kasih. Atas keterbatasan saya, mohon maaf tidak dapat disebutkan semua satu per satu. Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan berlipat-lipat. Aamiin.

Sekali lagi, terima kasih semuanya! ^^


Read more…

7.22.2015

Dua Tamu Istimewa Tak Diduga

Di idul fitri tahun ini, saya dan keluarga sudah berencana akan keluar kota untuk bersilaturahmi ke rumah sanak famili sekaligus berlibur bersama keluarga. Rencananya, pada hari ketiga ke mempawah bersama keluarga suami, mengunjungi rumah adik ipar lalu ke pantai di singkawang. Nginap di mempawah untuk esoknya, hari keempat dijemput keluarga saya yang akan ke Sambas. Rencana yang sempurna.

Sayang sekali, rencana itu terpaksa dibatalkan karena masalah teknis. Kecewa, jelas, tapi ya sudah. Dalam batin saya menghibur diri, pasti ada hikmahnya. Untuk mengobati kekecewaan, kami isi dengan jalan ke rumah-rumah keluarga suami yang belum sempat disinggahi kemarinnya.

Petang hari, saya dihubungi sobat lama yang sering saya ceritakan di sini, Desmy. Sudah sekitar 2 tahun kami tak bersua. Terakhir kami bertemu, dulu di rumah saya, waktu saya hamil 7 bulan. Ia yang sedang melanjutkan studi di spesialis kandungan, melatih kemampuannya menganalisis keadaan bumil seperti saya. Ada tips ampuh tentang keluhan kehamilan, yang alhamdulillah ampuh buat saya.

Nah, waktu menghubungi itu, ternyata ia sudah di Pontianak dan ingin berlebaran ke rumah. Langsung saya iyakan. Kangen sekali. Lepas isya, ia datang bersama suaminya, Yusuf. Mereka menikah Februari lalu, namun saya berhalangan hadir karena masih di Bogor. Oh ya. Yusuf ini teman sekelas saya waktu kelas 3 SMP dulu, dan kami satu sekolah waktu SMA. Tidak dekat, tapi kenal lah. Tak ada yang menyangka, ternyata keduanya berjodoh, padahal dulu SMA mereka tak pernah sekelas apalagi dekat. Benar-benar ya, jodoh itu rahasia Allah.. ^^ Happy for them. Seru kami bertukar cerita. Apalagi saya super duper kangen dengan teman sebangku saya itu. Sayangnya mereka tidak singgah lama. Pas keluarga sepupu saya datang, mereka pulang. Huhuhu. Mudah-mudahan kami bisa berjumpa lagi.

Esoknya, rencana ke Sambas kembali urung oleh kendala teknis yang sama. Tapi karena sudah merasa kecewa sehari sebelumnya, jadi tidak terlalu dibawa perasaan. Saya membatin, pasti ada hikmah dari penundaan yang berturut-turut itu, walaupun saya tidak tahu apa. Seharian, kami serumah tidak ada yang jalan-jalan. Hitung-hitung mempersiapkan stamina untuk berangkat esok harinya. Yang bikin kesal, listrik di rumah 2 kali padam. Lama pula durasinya, seharian. Biasalah, kerjaan perusahaan negara yang tekor tiap tahun. Saya maklum, hanya saja cucian saya yang tidak bisa maklum dengan listrik. Sudah terlanjur basah kuyup di dalam mesin cuci. Ish.. Pas sore, listrik baru menyala lagi. Sambil mencuci, saya nyambi menonton. Hari hujan, percuma juga menjemur di luar.

Lepas isya, pintu diketok orang. Kanda yang membukakan pintu, mengatakan bahwa ada teman lama saya datang. Tila. Ah, masak sih. Batin saya setengah tak percaya. Saya segera keluar. Benar! Alhamdulillah, rasanya tak percaya ia masih ingat dengan rumah saya, karena biasanya saya lah yang ke rumahnya.

Tila tak sendiri. Sekarang ia sudah ada gandengan, bang Lubi, dan buntut, Faiza. Faiza sudah besar, kalau tidak salah sekitar 5 tahun. Saya dan Tila terakhir ketemu waktu aqiqahnya Faiza, itu berarti sekitar 5 tahun lalu. Lama kami sempat kehilangan kontak. Syukurlah lebaran ini kami bertemu lagi. Walaupun sebentar dan dalam kondisi gelap gulita karena listrik tiba-tiba kembali padam untuk ketiga kalinya dalam sehari, saya bahagia bisa bertemu lagi dengan sahabat-sahabat baik yang sudah lama saya rindukan. Saya bahagia mereka tidak melupakan saya. Alhamdulillah..

Ternyata itu salah satu hikmah dari penundaan keberangkatan kami. Sekarang kedua sahabat saya itu sudah kembali ke kota rantau dan entah kapan kami bisa bertemu lagi. Kami pun tak sempat berfoto bersama. Tapi yang pasti saya ingin tetap mengingat ini, mengingat kebahagiaan memeluk sahabat tercinta yang sudah lama tak bersua. Momen idul fitri memang indah ya, teman..


Read more…

6.12.2015

Cerita 18 Plus 2

Sepertinya kemarin adalah hari ketika banyak kenangan tentang teman sekelas di pasca ARL 2011 bermain di ingatan saya. Sepertinya saya rindu deh, tapi karena sadar sangat kecil kemungkinan bertemu lagi dengan sebagian besar mereka, jadi saya cerita-cerita di blog saja. :)

Pasca ARL 2011 full team


Read more…

6.03.2015

Ngerujak Sore-Sore

Ahad sore lalu Nhepa mengajak saya dan suami berkunjung ke kontrakannya untuk menikmati rujak bersama. Kontrakannya hanya berjarak beberapa blok dari kontrakan mungil kami. Pukul 4 lewat kami tiba, tapi hanya ada Tommy (suaminya) sedangkan ia, sepupunya dan anaknya sedang keluar sebentar untuk membeli keperluan. Tak lama ia tiba dan rujak colek pun dikeluarkan untuk dimakan bersama.

Ngerujak sore sore


Read more…