3.04.2019
8.19.2018
- In: Friends
- Posted By: Delyanet
Teman Perjalanan
2.02.2017
Jalan-Jalan Mancing Kenangan
12.04.2016
- In: Friends
- Posted By: Delyanet
Kenangan Jalan-Jalan Bareng Ami
![]() |
| Ini dia Nur Azmi a.k.a Ami. **Saya lupa ngambil foto selfie berdua |
7.01.2016
BukBer Dadakan
![]() |
| Kanda-Tan-Jumi-Aini-Yanet |
6.30.2016
Berbuka Puasa Dengan Teman-Teman Lama
6.25.2016
Pencarian Masjid Terdekat dan Hilangnya Johny
Kenangan Jurit Malam Rasa Kematian
[Baca cerita sebelumnya di sini]
Pahit Manis TA '05 di Pulau Kabung
[Baca cerita awalnya di sini]
6.24.2016
Memori Tafakur Alam 2005
4.12.2016
- In: Blogging Diary, Friends
- Posted By: Delyanet
Berkah Ngeblog: Mukena Baru
Mengunjungi Desmy si Ibu Baru
4.01.2016
Makan Siang Bersama Teman
3.06.2016
- In: Blogging Diary, Friends, Lomba
- Posted By: Delyanet
Teman Nge-Blog Tercihuy
1.25.2016
- In: Blogging Diary, Friends
- Posted By: Delyanet
Dunia Penuh Warna
12.09.2015
Kue Selamatan
Hari ini libur nasional karena pilkada serentak. Kakak, Abang, dan Isna kemarin berangkat ke Sambas untuk mencoblos hari ini. Eh, tapi bukan masalah pemilu yang mau saya ceritakan kali ini. Politik benar-benar bukan ranah saya, jadi mari saya ceritakan hal yang lain..
Misalnya kue ini. Ini adalah kue selamatan yang diberikan oleh rekan kerja Mama', tadi. Beliau rencananya besok akan berangkat umroh bersama keluarganya, termasuk anaknya yang dulu pernah les privat dengan saya, M. Furqon Kautsar atau biasa dipanggil Kokon.
Teringat dulu Kokon sering membuat komik strip lucu untuk dipamerkannya kepada saya, bercerita apa saja, atau bergurau dengan adik-adik les saya yang lain sambil makan semangkuk bubur kacang hijau buatan Mama' saya sebelum mereka pulang usai belajar bersama. Waktu tak bisa diulang. Senang rasanya memiliki kenangan manis seperti itu.
Sekarang adik-adik les sudah besar-besar, sudah bujang dan dare. Termasuk Kokon. Ia sekarang mahasiswa tahun kedua fakultas teknik sipil yang sedang sibuk-sibuknya dengan tugas. Sekarang kami jarang ketemu meskipun jarak rumah hanya beberapa blok. Untuk berkomunikasi paling-paling via whatsapp atau bbm saja, itupun saya yang mulai percakapan. Adik-adik les yang lain juga sama. Maklum sih, mereka sibuk. Mengingatkan saya jaman kuliah dulu. :)
Besok Kokon dan keluarga akan berangkat ke tanah suci untuk umroh. Alhamdulillah. Ehem. Dalam hati saya agak iri juga sih, di umur yang masih belia ia sudah akan mengunjungi tanah suci, bersama keluarga pula. Tapi tentunya itu tidak mengurangi perasaan saya yang ikut bersuka cita atas kebahagiaan keluarga Kokon yang akan beribadah di tanah suci. Senangnyaa.. ^^ Saya dan keluarga mendoakan yang terbaik untuk Kokon dan keluarga, semoga perjalanannya lancar dan ibadahnya di sana dimudahkan dan diberkahi Allah, aamiin.
Dan akhir kata, semoga suatu saat saya dan orang-orang terkasih juga bisa umroh atau haji bersama. Entah kapan itu, saya belum tahu, heuheu. Tolong aamiin-kan ya teman-teman. Dalam hati juga tidak apa-apa. Insyaallah doa baiknya berbalik kepada teman-teman juga. Insyaallah.
Oke. Sekian dulu yaa. Saya mau makan kuenya dulu, hehe. Salaam! ^^
9.10.2015
- In: Friends, Lovely Family
- Posted By: Delyanet
Ucapan Terima Kasih
Sudah lama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas dukungannya kepada saya dan suami. Berhubung semua ucapan terima kasih ini tidak dapat tertampung di lembar ucapan terima kasih di tesis, dan sekarang adalah momennya, maka saya akan menuliskan di blog saja hari ini.
Pertama-tama, tentu saja kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan S2 bersama suami di perguruan tinggi pilihan kami, IPB. Atas izinNya juga, pengajuan beasiswa pendidikan kami yang sempat dihalangi dan dipersulit segelintir manusia pun, bisa lolos di DIKTI. Alhamdulillah. Terima kasih, Allah SWT.
Kepada Rasulullah yang menjadi tauladan terbaik dalam kehidupan ini. Yang mengajarkan untuk bersabar di saat sulit dan bersyukur di saat senang. Terima kasih, Muhammad SAW.
Kepada Bapak M. Karmoni dan Mama' Patriani tersayang yang tidak henti mendukung saya secara moral, spiritual, dan finansial. Semoga Allah mengizinkan ananda untuk berbakti sebaik mungkin kepada keduanya, aamiin. Terima kasih, ma', pak..
Kepada belahan jiwa, Janiarto Paradise Pawa, yang telah menjadi imam yang sabar dan banyak membantu mengarungi kehidupan, termasuk studi. Juga kepada ananda Hanif Edelweissar yang meskipun sudah lama berpulang dan tak sempat bersama namun ketiadaannya tetap memberi warna dalam hati saya. Terima kasih, Kanda. Terima kasih, ananda..
Kepada keluarga besar terkasih: Ibuk, Kak Lia, Bang Pari, Dedek, Didi, Nopi, Isna, Bang Uli, Dek Niar, Kak Sri, Maya, Semol, atas dukungan moral dan doa, terutama ketika saya sedang berada di titik terendah kehidupan. Terima kasih semuanya..
Kepada kedua dosen pembimbing tesis, Bu Nurhayati H.S. Arifin dan Prof Hadi Susilo Arifin yang tetap sabar membimbing saya di sela-sela kesibukannya yang padat. Kepada civitas akademika IPB, terutama para dosen Arsitektur Lanskap yang telah berbagi ilmu. Kepada DIKTI yang telah memberikan beasiswa unggulan. Kepada teman-teman pasca dan GSP yang mewarnai hari-hari selama di Bogor. Kepada staf pasca maupun departemen yang banyak membantu. Kepada bu pantry yang suka memberi saya air putih waktu menunggu dosen. Terima kasih.
Kepada teman-teman seangkatan, pasca ARL 2011: Kanda, Mbak Roosna, Arthum, Anggi, Icha, Ochi, Rio, Wiwiek, Vina, Presti, Dedi, Joe, Pak Guriang, Arkham, Tya, Loli, Deb. Terima kasih atas pertemanan yang seru, dan penuh rasa. I'll miss you all.
Kepada Zube, si laptop biru yang setia menemani 4 tahun ini. Semoga panjang umur dan selalu berguna. Terima kasih.
Kepada Kepala Jurusan Agronomi, Dekan Fakultas Pertanian, dan Rektor Universitas Tanjungpura yang telah memberikan kesempatan saya dan suami melanjutkan studi dengan cara menandatangani berbagai berkas penting yang diperlukan pada saat pendaftaran. Terima kasih.
Kepada dosen-dosen yang bersedia memberikan rekomendasi untuk saya: Bu Rizalinda (FMIPA) dan Bu Chairani Siregar (FAPERTA). Terima kasih atas kepercayaan ibu kepada saya. Mohon maaf karena masa studi saya meleset dari harapan.
Kepada orang-orang yang telah bersekongkol dan berniat menghambat langkah kami secara tidak profesional 4 tahun lalu, yang tak perlu dan tak berniat saya sebutkan namanya sekalipun di blog kenangan manis ini. Saya mungkin tidak mampu tidak berlebihan membalas perbuatan itu, jika diberikan kesempatan, maka semoga Allah Yang Maha Adil saja yang membalas. Terima kasih atas pelajaran hidup tersebut.
Kepada Bu Siti Ifadatin yang telah bermurah hati memberi kami tempat menginap selama sepekan tanpa biaya sepeserpun waktu kami belum mendapat kontrakan. Kepada Bu Padma yang menawarkan tempat menginap. Kepada sesama anak rantau: Ari Sunandar yang menemankan Kanda mencari kontrakan, Riyandi yang sering dititipi motor, Jorion yang menjual motornya dengan harga miring, Nhepa yang selalu siap dan banyak membantu dengan tulus, Asih dan Heni yang sering direpotkan dengan titipan surat-menyurat sewaktu kami sudah pulkam. Terima kasih, semua..
Kepada seluruh masyarakat Desa Ensaid Panjang, Sintang, Kalimantan Barat, yang banyak membantu dalam pengumpulan data penelitian saya dan suami. Atas keramahtamahan dan kerjasama nya. Atas perjuangan mempertahankan hutan demi generasi depan. Terima kasih.
Kepada lembaga swadaya masyarakat PRCF, pejabat desa maupun kantor dinas yang memberikan kontribusi penting untuk data penelitian. Terima kasih.
Kepada adik-adik les yang dulu terpaksa kehilangan induk tapi tetap menjalin silaturahmi manis bersama keluarga saya di rumah bahkan saat saya belum pulang: Icad, Kokon, Apja, Aam, Anis, Hani, Inggit. Terima kasih, yaa..
Kepada blog dan teman-teman blogger yang menyemangati dari jauh. Terima kasih.
Kepada seluruh sanak keluarga, handai taulan, dan karib kerabat yang selalu memberikan dukungan dalam senyap, yang tidak mendoakan selain kebaikan, yang selalu tersenyum tulus kepada kami. Terima kasih. Atas keterbatasan saya, mohon maaf tidak dapat disebutkan semua satu per satu. Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan berlipat-lipat. Aamiin.
Sekali lagi, terima kasih semuanya! ^^
7.22.2015
- In: Friends
- Posted By: Delyanet
Dua Tamu Istimewa Tak Diduga
Di idul fitri tahun ini, saya dan keluarga sudah berencana akan keluar kota untuk bersilaturahmi ke rumah sanak famili sekaligus berlibur bersama keluarga. Rencananya, pada hari ketiga ke mempawah bersama keluarga suami, mengunjungi rumah adik ipar lalu ke pantai di singkawang. Nginap di mempawah untuk esoknya, hari keempat dijemput keluarga saya yang akan ke Sambas. Rencana yang sempurna.
Sayang sekali, rencana itu terpaksa dibatalkan karena masalah teknis. Kecewa, jelas, tapi ya sudah. Dalam batin saya menghibur diri, pasti ada hikmahnya. Untuk mengobati kekecewaan, kami isi dengan jalan ke rumah-rumah keluarga suami yang belum sempat disinggahi kemarinnya.
Petang hari, saya dihubungi sobat lama yang sering saya ceritakan di sini, Desmy. Sudah sekitar 2 tahun kami tak bersua. Terakhir kami bertemu, dulu di rumah saya, waktu saya hamil 7 bulan. Ia yang sedang melanjutkan studi di spesialis kandungan, melatih kemampuannya menganalisis keadaan bumil seperti saya. Ada tips ampuh tentang keluhan kehamilan, yang alhamdulillah ampuh buat saya.
Nah, waktu menghubungi itu, ternyata ia sudah di Pontianak dan ingin berlebaran ke rumah. Langsung saya iyakan. Kangen sekali. Lepas isya, ia datang bersama suaminya, Yusuf. Mereka menikah Februari lalu, namun saya berhalangan hadir karena masih di Bogor. Oh ya. Yusuf ini teman sekelas saya waktu kelas 3 SMP dulu, dan kami satu sekolah waktu SMA. Tidak dekat, tapi kenal lah. Tak ada yang menyangka, ternyata keduanya berjodoh, padahal dulu SMA mereka tak pernah sekelas apalagi dekat. Benar-benar ya, jodoh itu rahasia Allah.. ^^ Happy for them. Seru kami bertukar cerita. Apalagi saya super duper kangen dengan teman sebangku saya itu. Sayangnya mereka tidak singgah lama. Pas keluarga sepupu saya datang, mereka pulang. Huhuhu. Mudah-mudahan kami bisa berjumpa lagi.
Esoknya, rencana ke Sambas kembali urung oleh kendala teknis yang sama. Tapi karena sudah merasa kecewa sehari sebelumnya, jadi tidak terlalu dibawa perasaan. Saya membatin, pasti ada hikmah dari penundaan yang berturut-turut itu, walaupun saya tidak tahu apa. Seharian, kami serumah tidak ada yang jalan-jalan. Hitung-hitung mempersiapkan stamina untuk berangkat esok harinya. Yang bikin kesal, listrik di rumah 2 kali padam. Lama pula durasinya, seharian. Biasalah, kerjaan perusahaan negara yang tekor tiap tahun. Saya maklum, hanya saja cucian saya yang tidak bisa maklum dengan listrik. Sudah terlanjur basah kuyup di dalam mesin cuci. Ish.. Pas sore, listrik baru menyala lagi. Sambil mencuci, saya nyambi menonton. Hari hujan, percuma juga menjemur di luar.
Lepas isya, pintu diketok orang. Kanda yang membukakan pintu, mengatakan bahwa ada teman lama saya datang. Tila. Ah, masak sih. Batin saya setengah tak percaya. Saya segera keluar. Benar! Alhamdulillah, rasanya tak percaya ia masih ingat dengan rumah saya, karena biasanya saya lah yang ke rumahnya.
Tila tak sendiri. Sekarang ia sudah ada gandengan, bang Lubi, dan buntut, Faiza. Faiza sudah besar, kalau tidak salah sekitar 5 tahun. Saya dan Tila terakhir ketemu waktu aqiqahnya Faiza, itu berarti sekitar 5 tahun lalu. Lama kami sempat kehilangan kontak. Syukurlah lebaran ini kami bertemu lagi. Walaupun sebentar dan dalam kondisi gelap gulita karena listrik tiba-tiba kembali padam untuk ketiga kalinya dalam sehari, saya bahagia bisa bertemu lagi dengan sahabat-sahabat baik yang sudah lama saya rindukan. Saya bahagia mereka tidak melupakan saya. Alhamdulillah..
Ternyata itu salah satu hikmah dari penundaan keberangkatan kami. Sekarang kedua sahabat saya itu sudah kembali ke kota rantau dan entah kapan kami bisa bertemu lagi. Kami pun tak sempat berfoto bersama. Tapi yang pasti saya ingin tetap mengingat ini, mengingat kebahagiaan memeluk sahabat tercinta yang sudah lama tak bersua. Momen idul fitri memang indah ya, teman..
6.12.2015
- In: Friends, PascaARL'11
- Posted By: Delyanet










