Tampilkan postingan dengan label INFJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFJ. Tampilkan semua postingan

12.15.2020

Sabro

Sebagai INFJ, salah satu hal yang paling mengusik saya adalah masalah ketidakadilan. Bukankah menyebalkan ketika suatu pihak yang tidak ikut andil atau berperan sedikit sekali namun diberikan kredit yang besar? Sementara itu, yang berandil besar, berperan penting, tidak dianggap atau perannya dikecilkan. 

Entahlah, mungkin ini juga bagian dari pengalaman masa lalu yang membentuk saya saat ini. Ya, bukankah semuanya begitu?! Tapi terus terang saja, hal-hal seperti ini membuat saya muak. Jika saja tidak mengenal Islam dan tidak mempercayai Allah, mungkin rasanya ingin protes setiap saat, menuntut keadilan dunia yang rasanya tidak akan mungkin terpenuhi karena standar keadilan tiap orang berbeda. Ujung-ujungnya, yah, harus sabar. Sebuah kata yang mudah tapi sulit, setidaknya untuk saya dalam masalah ini.

Bagi saya, yang lebih menyakitkan adalah ketika saya merasa orang yang saya sayangi diperlakukan tidak adil. Rasanya kepikiran terus, sakit hati. Tapi lagi-lagi, ketika orang yang bersangkutan justru lebih sabar, saya bisa apa? Ya cuma bisa ikut-ikutan sabar walaupun hati ini mandeg luar biasa.. haha

Read more…

8.19.2017

INFJ vs ENTP : Nyonya Perencana dan Tuan Spontan

Sudah lama tidak membuat artikel seperti ini. Berhubung beberapa waktu lalu ada kejadian yang bikin ingat, plus ini menjelang malam minggu kaan, jadi ditulis saja ya. Siapa tahu ada yang senasib. *nyari teman, hhihi

entp infj couple

Read more…

9.14.2015

Penyakit Seorang Introvert

Menjadi seorang introvert adalah berkah, sama berkahnya dengan menjadi seorang ekstrovert. Postingan kali ini bukan untuk men-spesial-spesialkan kelompok introvert, ya, melainkan untuk berbagi pengalaman saja. Kebetulan saya introvert.


Dulu saya kurang paham apa yang dimaksud ekstrovert dan introvert. Saya pikir, ekstrovert itu pribadi yang berisik, pecicilan, suka bercerita, ceriwis; sementara introvert adalah pribadi yang pendiam, pemalu, penyendiri. Lebih parah, perajuk dan antisosial. Yaah, tidak sepenuhnya keliru sih, tapi sebenarnya inti dari kedua kepribadian yang bertolak belakang itu tidak sedangkal itu, lho. Saya juga baru tahu beberapa tahun belakangan, sejak tes MBTI. Jadi daripada saya simpan sendiri, lebih baik dibagikan di sini. Siapa tahu bisa memberikan sedikit gambaran untuk lebih memahami perbedaan setiap orang, terutama ditilik dari sifat introvert dan ekstrovert.

Sepemahaman saya, introvert dan ekstrovert didasarkan kepada bagaimana interaksi dan keramaian mempengaruhi seseorang. Jika seseorang cenderung merasa lebih berenergi ketika berada di tempat ramai, kemungkinan besar adalah seorang ekstrovert. Sebaliknya, jika seseorang cenderung merasa kelelahan di tempat ramai, kemungkinan adalah seorang introvert.

Nah, sifat pecicilan, ramai, dsb pada seorang ekstrovert muncul karena merasa nyaman berada di keramaian. Walau begitu seorang introvert juga bisa kok pecicilan, selama lingkungan itu nyaman buatnya dan hanya lingkungan kecil saja, tapi ada akibatnya..

Biasanya, selepas berinteraksi dengan orang ramai, seorang introvert perlu menarik diri dan menyendiri untuk mengembalikan energinya yang terkuras. Beda dengan ekstrovert yang malah semakin bertenaga di keramaian dan menolak terlalu lama sendirian. Ekstrovert malah bisa stres kalau sendirian. Inilah yang menyebabkan introvert seolah-olah penyendiri sejati. Padahal introvert juga manusia yang perlu teman, kok. Hanya saja dalam jumlah yang lebih kecil daripada ekstrovert. Dan sekali lagi, perlu waktu me time lebih lama untuk mengembalikan energi.

Me time bagi introvert adalah kesempatan untuk merefleksi diri. Makanya di tes MBTI dijelaskan bahwa introvert cenderung berfokus ke dalam (diri sendiri), sebaliknya ekstrovert cenderung berfokus pada dunia luar diri.

Ah ya, ekstrovert juga dianggap lebih pandai bersosialisasi. Itu bisa dibilang cukup mendekati. Kenapa? Karena jam terbangnya lebih tinggi. Hal yang disenangi biasanya dilakukan diulang-ulang, ya kan? Itu juga menjelaskan kenapa introvert cenderung pendiam, pemalu, dan grogian di muka umum. Tapi itu hanya kecenderungan, hanya masalah pembiasaan. Karena ada banyak kok ekstrovert yang pemalu dan grogian karena tidak biasa di depan umum atau tidak percaya diri, sama banyaknya dengan introvert yang ceriwis, pecicilan, dan piawai berorasi di muka umum. Bedanya, yang satu perlu waktu menyendiri jauh lebih banyak dibanding yang lain.

Seperti saya. Saya senang berkumpul bersama teman dan keluarga. Bisa keluar deh sifat berisik dan bawel nya, kalau itu orang yang saya anggap dekat. Tapi di sisi lain, saya sangat menikmati waktu sendirian. Hanya diam tenang di kamar, berpikir.

Karena itu, dulu saya bingung sendiri menentukan, saya ini ekstrovert atau introvert? Dibilang introvert, saya berisik kok. Dibilang ekstrovert, saya juga pendiam. Untung ketemu tes MBTI dan berusaha mencari tahu, jadi lebih paham dengan diri sendiri deh, termasuk penyakit nya yang kumat setelah bersosialisasi (baca: menyendiri). Hhihi.

Jadi, kalau ada kerabat yang sering menyendiri atau bungkam seribu bahasa, jangan buru-buru menuduhnya antisosial atau perajuk, yaa. Bisa jadi dia adalah seorang introvert yang sedang me-recharge energinya yang terkuras. Seperti saya hari ini yang dikira kakak puasa karena kelihatan lemas dan sedikit bicara. Hehe..


Read more…

5.30.2015

INFJ vs ENTP : Nyonya Perasa dan Tuan Logika

Sabtu malam ini, walaupun sudah agak larut ya, saya mau cerita tentang saya dan suami (lagi). Buat yang eneg baca tentang ini, silakan skip. Tidak ada paksaan untuk membaca karena ini cuma cerita suka-suka. ^^

INFJ vs ENTP


Read more…

4.25.2015

INFJ vs ENTP : Kesan Pertama

Konon, menurut studi kepribadian ala Myers-Briggs, INFJ punya kecocokan psikologis alamiah dengan ENTP dan ENFP. Kebetulan yang indah, saya INFJ sedangkan suami ENTP. Jadi malam minggu kali ini saya akan bercerita sedikit tentang saya dan Kanda. Eksis di blog sendiri, nggak masalah lah ya. hihihi

Mrs INFJ vs Mr ENTP


Read more…

12.11.2014

Cara Mengurangi Stress Ala Yanet

Gara-gara baca tulisan Kanda tentang beberapa caranya dalam mengatasi stress, saya jadi tergelitik juga untuk menulis tentang tips mengurangi stress. Tentunya, ala saya.

(sumber gambar: www.eng.morgan.edu)

Read more…

2.27.2014

Kalau Sedang Stress..

Ada orang yang kalau stress, makannya jadi sedikit sampai-sampai berat badannya turun drastis, kurusss sekali. Tapi ada pula yang sebaliknya, makan terus sehingga berat badannya naik tak terkontrol. Ada yang kerjaannya marah atau nangis melulu, tapi ada juga yang bisa kelihatan kalem diam walaupun dalam hati bergejolak dan nangis kalau sedang sendirian. Ada yang tidurnya jadi kurang sampai mata pandanya muncul, ada pula yang sebaliknya, tidur kebanyakan.

Read more…

1.03.2014

Kepribadianku Hari Ini

Pagi ini seorang teman membagikan link situs tes kepribadian di halaman fb nya. Situs berbahasa Indonesia, psikologizone.com. Tentu saja saya penasaran.. ^^

Read more…

12.20.2013

Twitter ku..

Pagi ini entah kena angin apa, tiba-tiba saya terpanggil untuk membuka twitter yang sudah lama sekali tidak dicek. Siapa tahu ada yang mention, gitu. Buka, cek, tidak banyak yang bisa dilakukan. Mention sudah dibalas (cuma 2, hehe), konfirmasi follower (maklum, diproteksi), lihat timeline sebentar. Bosan..

Read more…

12.19.2013

Kami

Masih asyik dengan hasil tes kepribadian. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya adalah seorang INFJ (introvert-inuition-feeling-judging). Menurut kabar, INFJ cocok atau nyambung dengan orang berkepribadian ENTP (extrovert-intuition-thinking-perceiving/prospecting) atau ENFP (extrovert-intuition-feeling-perceiving/prospecting). Ini bukan ramalan ya, ini adalah kecenderungan kecocokan yang didasarkan pada sifat dan bersikap (kepribadian). Kalau meleset berarti kemungkinan orang tersebut lebih adaptif dengan kepribadian lain. Sekali lagi, ini membicarakan kecenderungan, bukan ramalan yaa... :)   *tidak percaya ramalan*

Read more…

12.17.2013

Saya Seorang INFJ

Sebenarnya saya baru mengenal singkatan ini beberapa waktu yang lalu setelah iseng mengetes kepribadian diri sendiri. Saya selalu penasaran dengan kepribadian saya. Apa saya narsis? Emm, sepertinya semua orang ingin mengenal kepribadiannya sendiri deh, jadi kalaupun itu tergolong narsisme, setidaknya saya tidak sendirian. Hehe.. (^^)v peacee

Baiklah, kembali kepada tes tersebut. Tes yang saya ikuti merupakan tes kepribadian berdasarkan MBTI® (Myers Briggs Type Indicator). Dari 2 kali mencoba, hasilnya sama: saya seorang INFJ. INFJ merupakan singkatan dari Introvert-Intuitive-Feeling-Judging. Weh, apa pula ini?  :p

Read more…

11.29.2013

Alien

Kemarin saya blogwalking sebentar ke blog tetangga. Tidak sengaja sih, gara-gara browsing. Di salah satu blog tetangga, ada badge hasil tes kepribadian sang empunya. Saya pun jadi penasaran ingin mencoba tesnya lalu meng-klik di badge langsung tertaut ke situs tes kepribadiannya.

Di dalam tes tersebut, saya ternyata adalah seorang berkepribadian INFJ (The "Confidant").


Read more…