Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan

2.05.2021

Nikmat = Cobaan (?)

"Kalian ndak bakal punya anak, katanya", kata saudari saya tadi. Ekspresi dan nada bicaranya biasa saja, tidak kentara. Saya yang syok mendengar ceritanya dikatai seperti itu oleh seseorang, yang tak bisa mengendalikan air mata. Kok tega-teganya, ada manusia, sesama perempuan pula, ngomong menjatuhkan seperti itu dalam pertemuan non-medis alias ketemuan biasa saja, bukan konsultasi dokter atau kondisi yang relevan. 

Bahkan dokter pun kalau ngasih tau kabar seperti itu ada etikanya..

Saya sering merasa heran. Kenapa ya, orang-orang dengan lisan tajam seperti itu tidak Allah ambil nikmat yang membuatnya sombong. Bahkan banyak yang malah dikasih lagi dan lagi. Kayak lancar aja, gitu. Seperti yang ngatain saudari saya itu, anaknya 3. Dulu saya pernah juga dikomen serupa oleh yang beranak 4. Bukan menyamaratakan orang beranak banyak, karena banyak juga teman-teman saya yang beranak banyak tapi tidak berlisan jahat, malah memberi support terus. Di sisi lain, ada juga yang belum punya anak (bahkan belum menikah!) yang kalau komentar menusuk perasaan. Kayak dulu ada yang nanya saya dan suami di depan orang ramai, "Emangnya kalian nggak pengen punya anak yah? Kok lama banget", sementara itu dia sendiri belum nikah. Duuh.. tapi emang karirnya bagus sih. Mungkin itu yang bikin ia ngerasa superior.

Intinya, semua tergantung pribadi karena pelaku kejadian ini hanya oknum.

Lalu barusan teringat istilah istidraj. Ya Allah, ngeri. Naudzubillahi min dzalik..

Read more…

12.15.2020

Sabro

Sebagai INFJ, salah satu hal yang paling mengusik saya adalah masalah ketidakadilan. Bukankah menyebalkan ketika suatu pihak yang tidak ikut andil atau berperan sedikit sekali namun diberikan kredit yang besar? Sementara itu, yang berandil besar, berperan penting, tidak dianggap atau perannya dikecilkan. 

Entahlah, mungkin ini juga bagian dari pengalaman masa lalu yang membentuk saya saat ini. Ya, bukankah semuanya begitu?! Tapi terus terang saja, hal-hal seperti ini membuat saya muak. Jika saja tidak mengenal Islam dan tidak mempercayai Allah, mungkin rasanya ingin protes setiap saat, menuntut keadilan dunia yang rasanya tidak akan mungkin terpenuhi karena standar keadilan tiap orang berbeda. Ujung-ujungnya, yah, harus sabar. Sebuah kata yang mudah tapi sulit, setidaknya untuk saya dalam masalah ini.

Bagi saya, yang lebih menyakitkan adalah ketika saya merasa orang yang saya sayangi diperlakukan tidak adil. Rasanya kepikiran terus, sakit hati. Tapi lagi-lagi, ketika orang yang bersangkutan justru lebih sabar, saya bisa apa? Ya cuma bisa ikut-ikutan sabar walaupun hati ini mandeg luar biasa.. haha

Read more…

11.20.2020

Dilema Utang Piutang

Jaman sekarang, jika seseorang "dianggap" punya uang, maka dengan mudah orang lain yang mengenalnya akan meminjam uang, bahkan tanpa alasan yang sangat penting dan sangat mendesak. Alasannya, karena seseorang itu orang berkecukupan. "Pelit amat, segitunya sampai tidak mau meminjamkan". Ini label paling umum untuk orang yang tidak mau meminjamkan. 

Lucunya, yang biasanya sulit dihubungi tiba-tiba menghubungi dengan sangat santun sekali. Padahal biasanya kalau dihubungi bisa berhari-hari tidak membalas. Sekalinya sudah dapat pinjaman, perangainya bisa berubah 180 derajat, atau bisa jadi itu berarti balik lagi ke perangai lama. Sulit dihubungi. Saat dihubungi, ya kapan-kapan "mood" mau balas, baru dibalas. Bahkan kadang ada yang tega-teganya sengaja ganti nomor atau bahkan memblokir. Sungguh luar biasa.

Yang menyakitkan, tidak sedikit yang bermudah-mudah minjam uang cuma untuk berfoya-foya, gegayaan, biar eksis, supaya tidak jenuh. Begitu yang meminjamkan uang merasa panas karena ternyata uang yang sudah bersusah payah dikumpulkan untuk dana darurat atau tabungan atau apapun (tapi tetap dipinjamkan) ternyata dipakai untuk hal-hal seperti itu, yang dipinjami bisa dengan entengnya berkata, "Marah-marah aja nih. Makanya jalan-jalan dong". What the ???

Belum lagi kalau sudah urusan tagih-menagih. Ini urusan super duper sensitif. Salah pilih kata, bisa-bisa yang berhak justru yang dianggap seperti pihak yang menzalimi, pelit, dan dingin hati. "Tega bener dah, nagih orang susah. Sombong, mentang-mentang lagi di atas. Bermurah hati dong harusnya. Dunia berputar, sob". Mulai deh playing victim. Padahal dia sendiri yang berjanji kapan akan sanggup membayar, harusnya bersyukur ketika diingatkan. Kenapa? Karena dalam Islam, utang dibawa mati! Mati syahid sekalipun, akan tertahan di pintu surga kalau tidak membayar utang (apalagi kalau tidak syahid!). Seserius itu urusan utang-piutang dalam Islam. 

Sebenarnya mudah. Kalau sudah berusaha mengumpulkan uang dengan niat bulat untuk membayar utang, insyaAllah Allah akan mudahkan. Kalaupun kondisinya belum memungkinkan, ya harusnya tetap jaga komunikasi dengan yang memberi pinjaman. Minimal kabari lah kapan bisanya. Jangan digantung, jangan menghilang. Orang kan juga perlu. Memang sih, kalau orang yang memberi pinjaman itu ikhlas, Allah pasti bantu dan balas kebaikan hatinya, tapi tetap, itu bukan urusan si peminjam, kan?! Urusan si peminjam adalah berfokus untuk membayar utang, bukan malah ngutangin dan menilai niat ikhlas si pemberi bantuan utang! Mau dia riya' kek, berat hati kek, apa kek, itu bukan urusan. Asal tidak ada unsur riba', harusnya malah harusnya bersyukur sudah dibantu, terlepas dari apapun motifnya. Bahkan sekalipun ada unsur riba'nya (yang sudah disepakati oleh yang berutang saat akad awal peminjaman), yang berutang wajib membayar sesuai akad, kecuali si pemberi piutang sudah tobat. Masalah dosa riba', itu urusan dengan Allah. Malah harusnya tambah takut. Sudah terjerat riba', berniat tidak membayar kewajiban pula.. 

Sayangnya, banyak yang berutang malah melarikan diri atau pura-pura lupa. Tidak sedikit yang malah menyakiti hati si pemberi pinjaman dengan kata-kata, sikap, dan respon yang tak pantas, seperti playing victim. Apakah lupa dengan masa depan di akhirat? Naudzubillah. Jangan sampai saya dan pembaca blog ini seperti itu.

Read more…

3.30.2017

Masak Bodoh

Satu penyesalan mendalam yang saya rasakan sampai sekarang adalah kenyataan bahwa saya dulu pernah begitu peduli dan mencurahkan banyak perhatian untuk kepentingan orang-orang yang nyatanya tidak pedulian, yang pantasnya memang tidak dipedulikan dari awal. Harusnya waktu itu, begitu lepas ya lepas saja. Seperti buang air, tidak perlu dilihat lagi, disiram dengan air sampai bersih. Sudah. Insyaallah sehat lahir batin..

sumber gambar: fanpop.com


Read more…

3.23.2016

What's on My Bag?

Dulu pernah lihat lomba blog dengan topik serupa ini, tapi karena satu dan lain hal, saya nggak ikutan. Hari ini, entah mengapa, mungkin karena kurang ide, jadi pengen nulis tentang itu. Begitulah dunia blogger, yah, blogwalking bisa sangat bermanfaat untuk inspirasi tulisan. Kalau kurang ide, jalan-jalan saja ke blog teman, biasanya jadi pengen nulis hal serupa.  *tips niiih :D

Btw, ini tas saya..

What's on My Daily Bag?

Read more…

5.19.2015

Inti dari Pilek

Dari pagi hari ini, saya berulang kali bersin. Tanda-tanda pilek bermunculan. Hidung mulai tersumbat sebelah, tenggorokan gatal, dan suara mulai seperti Adele (baca: serak-serak basah). Beberapa kali Kanda juga ikut bersin-bersin. Sejoli saya itu memang senang sekali ikut-ikutan. Hehe. Oke, itu seolah-olah. Saya yang suka ikut-ikutan suami, tapi kali ini benar kok, suami yang ikut-ikutan. *keukeuh  :p

Ting~ting~ting... Bunyi mamang sekoteng lewat di depan rumah kami. 

Beberapa malam lalu kami pernah membeli sekoteng hangat buatan mamang itu. Rasanya oke. Sebenarnya hari ini gerah, agak kurang pas membeli sekoteng hangat tapi karena bersin-bersin saya pikir bolehlah untuk mengusir pilek. Lagipula rasanya enak. Kanda segera membelikan masing-masing semangkok. Harganya 5 ribu per porsi.

Setelah makan sekoteng, alhamdulillah agak segar, tapi hidung tetap mampet sebelah. Masih bersin juga (walaupun rasanya sudah tak segarang segatal tadi). Semoga besok lebih baik. Mungkin ini alarm tubuh yang mengisyaratkan untuk menonaktifkan mode kelelawar...

Ingat 5 perkara, sebelum 5 perkara
Sehat sebelum sakit... *nyanyi

Read more…

4.17.2015

Pindah Rumah Kontrakan

Hari ini, Jumat, kami pindah rumah kontrakan. Ini bukan pertama kali kami pindah. Rumah pertama yang dihuni adalah rumah seorang dosen, Bu Ifa, yang berlokasi di Yasmin. Waktu itu kami kesulitan mencari rumah kontrakan karena baru datang. Di rumah tersebut, Bu Ifa sangat baik memperlakukan kami. Semoga kebaikannya dibalas dengan kebaikan oleh Allah.. :)

Pindah Rumah Kontrakan


Read more…

2.13.2015

Saya Berhenti Menonton Televisi

Sebagai keluarga muda yang saat ini belum punya televisi sendiri di rumah, saya dan Kanda tidak menyesalinya. Kami malah bersyukur bisa terhindar dari kecanduan nonton TV. Memang pada awalnya sangat sulit, terutama bagi saya yang selalu menyalakan TV saat masih tinggal di rumah orang tua dulu. Dulu kami berdua bahkan pernah duduk berlama-lama di rumah makan padang hanya untuk menonton sebuah film yang diputar di RM tersebut ketika kangen nonton TV.

(flickr/ Daniel Go)


Read more…

12.15.2014

Menunggu

Sudah 2 hari ini si Zube, laptop saya, di-scan gara-gara terindikasi mengidap malware. Ketahuannya hari Sabtu dini hari, sekitar pukul satu malam. Setelah mengetahui ini saya langsung memutuskan koneksi internet dan scan dengan anti-virus yang sudah diinstal di Zube. Ketemu satu! Heran, sudah update antivirus tapi kenapa masih saja dirongrong oleh malware ya? hmmm..

Danbo waiting (by Luke Baldacchino)
(flickr/Luke Baldacchino)

Read more…

8.21.2014

Sidang Terbuka dan Walikota

Ini cerita hari Selasa lalu. Saya menghadiri sidang terbuka doktoral Pa Budi Susetyo, seorang kolega yang pembimbingnya sama dengan saya. Disertasi Pa Budi berjudul "Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Kawasan Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor". Kami saling kenal karena memiliki pembimbing yang sama dan sama-sama ikut di acara zemi pembimbing kami, baik di zemi Prof Hadi maupun Bu Nunung.

Pada acara sidang terbuka tersebut,

Read more…

8.17.2014

Tulisan Ringan di Hari Kemerdekaan ke-69

Kira-kira 2 pekan meliburkan diri nge-blog. Sedang benar-benar belajar untuk fokus pada tesis. Alhamdulillah Jumat kemarin akhirnya punya keberanian diri lagi untuk konsultasi ke dosbing. Setelah selama ini selalu maju mundur buat mengajukan draft.

Read more…

4.21.2014

Hari ini

Dua puluh satu April. Di muka gerbang kampus kami ramai sekali anak-anak usia taman kanak-kanak berpakaian daerah. Kartinian.. :)

Read more…

4.11.2014

Tesis Apa Kabar

Hari ini niatan ketemu dosen pembimbing batal lagi. Selalu saja rasanya ada yang kurang. Ingin menambahkan ini-itu, hapus ini-itu, dan kemudian tanpa terasa sudah petang. Draft pun tidak selesai-selesai.

Padahal kemarin sudah bilang, pengen menyudahi ini semua, kumpulkan dan lihat koreksian yang diberikan daripada maju mundur terus pas ketemu dosen. Tapi kenyataannya, tidak jadi ketemu dosen, urung latihan buat persiapan tanggal 25, dan perasaan pun jadi tidak nyaman. :((( 

Ya Allah...

Read more…

4.02.2014

Jadi Pengawas Dadakan

Hari ini sebenarnya jadwal ngedraft, pengen ketemu dosen untuk konsul, tapi lagi-lagi draft belum selesai. Mandeg. Padahal sudah masuk bulan April.. :'/

Pukul sebelas siang saat Kanda akan keluar untuk mengisi ulang air minum,

Read more…

3.26.2014

Diskusi Kemajuan Studi

Hari ini saya dan beberapa teman lain diundang ke acara diskusi kemajuan studi mahasiswa pasca ARL angkatan 2011 yang belum lulus. Haduh, mendengarnya saja bikin jantung dag-dig-dug, apalagi hadir. Tapi demi kebaikan saya sendiri, harus diberani-beranikan untuk ketemu dosen yang hadir. Berdoa di depan pintu sebelum masuk ruangan kelas yang dijadikan lokasi pertemuan.

Bismillah..

Read more…

2.03.2014

Tesis oh Tesis..

Hari ini sampai hampir tengah malam saya tidak punya cerita untuk ditulis. Masih berkutat dengan peta dan draft tesis yang sudah lama dianggurin.. :'(

Wish me luck, my friends...

aamiin
(sumber gambar: facebook teman, kurang tahu dia dapat dari mana)

Read more…

8.12.2013

Tamu Lebaran 1434H ~ Irene dan Grace

Hari ini dapat kejutan manis dari dua gadis manis. Mungkin sudah 3 tahun kami tidak berjumpa satu sama lain. Benar-benar tidak menyangka mereka akan datang hari ini... :D

Saat mereka datang, saya pas sedang sendirian di rumah. Untungnya saat Irene sms, hp sedang dekat dengan saya. Begitu mengetahui mereka sedang di luar rumah saya cepat-cepat membukakan pintu. Saat mereka masuk, waaaa.... XD

Read more…

2.26.2012

Filsafat Keilmuan

Filsafat Keilmuan

Saya teringat kata-kata dosen saya beberapa hari lalu >>>

Sebaik-baiknya pelajar adalah pelajar yang TIDAK menelan mentah-mentah apa yang ia diperoleh dari buku atau dari perkataan profesor-nya.  Untuk itulah diperlukan suatu ilmu yang bernama Filsafat Keilmuan.  Bahwa semua pendapat adalah hasil buah pikir, latar-belakang kehidupan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi orang yang berpendapat.

Seorang pelajar yang cerdas dicirikan dengan pemikiran yang kritis namun dikombinasikan dengan tatakrama yang sesuai dan tidak berlebihan.

Jadi jangan merasa cerdas jika kita hanya bisa menghapal perkataan orang cerdas lain!!!

Demikian sedikit catatan tambahan yang "mungkin" tidak didapatkan lagi, mumpung ingat, CATET! :D Biar ingat terus...

Read more…

2.21.2012

Panik!

Hari ini saya dapat tugas meresume bacaan berbahasa Inggris yang berjudul Poetry's Dream-Work yang ditulis oleh Christopher Caudwell.  Jumlah halamannya sebenarnya tidak banyak, jika diukur untuk waktu kerja seminggu.  Sayangnya dosen kami menetapkan batas pengumpulan tugas hanya boleh hingga pukul 2 siang (sedangkan bahan baru di tangan pukul 10.30-an, yang berarti saya dan teman sekelas hanya memiliki waktu 3,5 jam untuk membaca, memahami dan meresume bacaan yang diberikan tersebut (masing-masing orang punya bahan bacaan sendiri, tidak ada yang sama).  Jadilah kami kalang kabut karena waktu yang mepet, terutama saya.  Saya benar-benar pengen nangis rasanya, karena selama ini bila ada tugas meresume, saya selalu menyicil agar bisa memahami bahan bacaan yang dibuat resumenya  Apalagi untuk yang berbahasa Inggris yang notabene harus saya mengerti dahulu terjemahannya, yang berarti saya harus menerjemahkan dahulu.  Memang, nilai tes penempatan (replacement test) TOEFL saya cukup memuaskan termasuk tertinggi di antara teman sekelas. Namun tekanan yang besar membuat otak saya tidak dapat bekerja dengan benar, tenang dan jernih.  Saya jadi tidak paham sama sekali dengan bacaan saya!!!!! :(

Read more…