Kalau ada seorang muslim yang bilang, kematian seseorang disebabkan karena keburukan dan kesombongan orang tersebut, sepertinya ia harus meninjau Qur'an lagi. Di situ jelas disebutkan, "setiap yang hidup pasti akan merasakan mati ..." (QS. 3 : 185). Jadi mau manusia paling baik atau paling buruk sekalipun, semuanya, tanpa pandang bulu, tetap akan merasakan mati. Dari Fira'un sampai Rasul, dari mikroba sampai dinosaurus.
Tampilkan postingan dengan label Duka Cita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duka Cita. Tampilkan semua postingan
6.16.2015
6.05.2015
- In: Duka Cita
- Posted By: Delyanet
Selamat Jalan, Bang In
Menjelang isya, ponsel jadul saya berbunyi. Mama' menelfon. Tidak seperti biasanya, suara beliau terisak. Ternyata benar, ada kabar duka dari keluarga kami di Sambas (lagi). Bang In, telah kembali ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. :'(
![]() |
| Bang In dengan pakaian teluk belanga'.. (credit: U Nur Isnaniarti/facebook) |
5.27.2015
- In: Duka Cita
- Posted By: Delyanet
Selamat Jalan, Kakek Nazir
Dua hari lalu, siang hari, Kanda menerima telpon dari Ibu' yang mengabarkan kalau Kakek Nazir dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dengan pertimbangan tanggung kalau langsung berangkat siang itu dan kami pun masih kemas-kemas rumah setelah pindahan, rencananya kami baru akan menjenguk di esok harinya. Tapi beberapa jam berikutnya, sore sekitar pukul 4, ibu menelpon lagi dan mengabarkan kalau Kakek sudah tiada. Inna lillahi wa inna illaihi roji'un... :'(
Kami pun memutuskan untuk segera ke Jakarta hari itu juga. Berangkat pukul 5 sore dari kontrakan (baru) di kawasan Cibeureum Petir, Dramaga, kami akhirnya tiba sekitar pukul 10 malam di rumah duka yang berada di kawasan Rawamangun, Jakarta.
Kami pun memutuskan untuk segera ke Jakarta hari itu juga. Berangkat pukul 5 sore dari kontrakan (baru) di kawasan Cibeureum Petir, Dramaga, kami akhirnya tiba sekitar pukul 10 malam di rumah duka yang berada di kawasan Rawamangun, Jakarta.
5.09.2015
Selamat Jalan, Fred
Siang ini buka facebook, saya dikejutkan oleh status seorang teman GSP yang bernada belasungkawa. Ucapan belasungkawa itu ditujukan untuk kepergian konduktor konser pertama GSP, Fredrick Ochieng. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...
Rasanya masih tidak percaya..
![]() |
| Fredrick Ochieng (alm.) saat sesi foto untuk Konser Semarak Melodi Khatulistiwa tahun lalu. (dok. GSP IPB) |
1.04.2015
- In: Delyanet Karmoni Quotes, Duka Cita, Reflection
- Posted By: Delyanet
Kenangan
11.15.2014
- In: Duka Cita, Environment
- Posted By: Delyanet
Selamat Jalan, Pak Ilong...
Baru saja beberapa hari lalu saya membahas tentang Ensaid Panjang (lokasi penelitian saya dan suami) saat seminar hasil, hari ini saya dikejutkan oleh berita meninggalnya Pak Laurensius Ilong, salah seorang yang pengurus hutan desa di desa tersebut, salah satu responden penelitian saya.
Seingat saya, Pak Ilong adalah sosok yang tenang dan enak diajak berbincang. Usianya sekitar 50-an. Kabarnya beliau meninggal karena tekanan darah tinggi yang menyebabkan pembuluh darahnya pecah. Innalillahi wa innailaihi rojiun. :'(
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga sepeninggalnya, kesadaran dan semangat pak Ilong dalam menjaga hutan selalu dikenang dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, aamiin ya Rabbal alamin... :'(
Seingat saya, Pak Ilong adalah sosok yang tenang dan enak diajak berbincang. Usianya sekitar 50-an. Kabarnya beliau meninggal karena tekanan darah tinggi yang menyebabkan pembuluh darahnya pecah. Innalillahi wa innailaihi rojiun. :'(
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga sepeninggalnya, kesadaran dan semangat pak Ilong dalam menjaga hutan selalu dikenang dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, aamiin ya Rabbal alamin... :'(
![]() |
| Selamat jalan, Pak Ilong... (Dokumentasi oleh Imanul Huda) |
9.16.2014
Berita Duka Teman SMA
Pagi ini saya mendapat berita duka tentang berpulangnya seorang teman saat sekolah menengah atas. Yohannes Adi Santoso namanya. Saya dan Adi pernah sekelas waktu kelas 3. Kami tidak pernah dekat, malahan seingat saya kami tidak pernah ngobrol juga. Paling hanya tegur sapa biasa.
Meski tidak dekat, saat pampasan di jalan dia tidak pelit untuk tersenyum atau membalas senyum. Tidak buang muka atau pura-pura tidak lihat. Orangnya ramah.
Saya tidak punya banyak cerita tentang Adi. Menurut kabar dari teman-teman, Adi meninggal karena kecelakaan bus. Innalillahi wa innaillaihi rojiun...
Tadi mengunjungi kronologi facebooknya. Banyak ucapan belasungkawa mengalir. Saya baru tahu kalau dia sudah menikah, sepertinya baru tahun ini. Kabarnya sang istri sedang mengandung buah cinta mereka. Ya Allah... :'( Semoga sang istri dan jabang bayi tetap sehat dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Aamiin.
Meski tidak dekat, saat pampasan di jalan dia tidak pelit untuk tersenyum atau membalas senyum. Tidak buang muka atau pura-pura tidak lihat. Orangnya ramah.
Saya tidak punya banyak cerita tentang Adi. Menurut kabar dari teman-teman, Adi meninggal karena kecelakaan bus. Innalillahi wa innaillaihi rojiun...
Tadi mengunjungi kronologi facebooknya. Banyak ucapan belasungkawa mengalir. Saya baru tahu kalau dia sudah menikah, sepertinya baru tahun ini. Kabarnya sang istri sedang mengandung buah cinta mereka. Ya Allah... :'( Semoga sang istri dan jabang bayi tetap sehat dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Aamiin.
8.05.2014
- In: Duka Cita, Lovely Family
- Posted By: Delyanet
Selamat Jalan, Ngah Yani.. :'(
Pagi ini kami mendapat berita yang mengejutkan. Kakak menelfon, menangis tersedu mengabarkan bahwa saudari sepupu kami di Sambas, Ngah Yani (Mayani Andi Mendur) telah berpulang ke rahmatullah. Padahal baru saja semalam Kakak, Mama', dan Bang Fari pulang dari silaturahim ke Sambas sedangkan Bapa' masih di Sambas karena masih ada urusan. Innalillahi wa innailaihi rojiun..
7.31.2012
DSW
Pagi ini saya dan suami dikejutkan oleh dering hp dari seorang sahabat dekat saya di Bogor. Saat itu saya sedang asyik tilawah seusai sholat subuh. Sebenarnya agak aneh juga karena tidak biasanya sahabat saya itu, Nhepa, menelpon pagi-pagi sekali. Ternyata saya kembali terkejut mendengar suami saya mengucapkan innalillahi wa inna illahi rojiun beberapa kali dan terlihat kaget saat mengangkat telpon dari Nhepa. Saya yang masih mengaji, menghentikan tilawah saat telah mencapai tanda berhenti dan segera bertanya kepada suami saya yang masih terlihat agak linglung setelah menutup telepon dari Nhepa. Saya sangat penasaran dan kemudian menutup Quran kecil yang saya pegang.


.jpg)
