Tampilkan postingan dengan label The Prose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Prose. Tampilkan semua postingan

4.27.2019

Cerita Lama

Alona sudah mendengarnya. Busuk, sungutnya. Kening mudanya berkernyit. Tangannya mengepal, kesal.

Sudah sejak lama ia merasa, ada yang salah dengan tetangganya itu, tapi Bunda tidak mau mendengar. Masih saja berbaik-baik dengan perempuan tua dengan 3 anak itu. Ah, Bunda memang terlalu baik. Dan beginilah jadinya kalau terlalu baik, batin Alona.

***

Read more…

6.19.2017

Yang Tertinggal

Saat satu pergi, apa yang tertinggal?

Sekadar coretan di kertas diari
Foto fisik yang tertempel dalam album memori
Atau cerita yang lama terkubur di hati?

Apa yang tertinggal saat satu pergi?
Apakah sebuah senyuman indah kala teringat
Ataukah gemelutuk gigi oleh kesumat?

Tak ada seorangpun yang langsung mengingat budi
Yang tertinggal hanya rasa
Yang remeh bagi yang pergi
Yang besar bagi yang diberi

Atau mungkin sebaliknya, bisa saja

Tak seorangpun mengingat bahagia jika hatinya sedang penuh luka
Kecuali oleh satu kata
Yang rumit tapi juga sederhana
"Ikhlaskan saja"

Read more…

12.24.2013

Pigura

Sebuah pigura kecil tergantung di dinding kamarnya. Foto keluarga. Mengingatkannya pada kampung halaman. Ya, Alona memang sedang merindukan mereka. Tak banyak yang dulu ia lakukan bersama keluarga dan sahabatnya. Paling-paling duduk mendengarkan mereka bercerita, nonton bersama, makan buah yang baru dipetik dari tangkainya, membagi senyum, atau hal-hal lain yang terdengar remeh-temeh di mata orang. Apapun remeh-temeh itu tak jadi masalah, yang penting ia suka. Dan orang yang ditemaninya pun suka. Itu saja.

Tapi batinnya berseloroh, apakah keluarganya dan teman-temannya juga merindukannya? Terlebih karena ia tak terlalu pandai bicara atau menyemarakkan suasana, tak pernah berani ia memikirkan bahwa ia dirindukan oleh siapapun.

Tapi siapalah ia yang selalu mencoba menebak hati orang. Jauh di tanah pulau seberang, seorang wanita rela mendoakannya dalam diam tiap malam, membingkai harapan-harapan indah dalam pigura kasih sayang...

Read more…

12.18.2013

Tertinggal

Alona berjalan di bawah rinai hujan. Ia rindu bertemu dengan banyak orang. Tertawa atau sekedar duduk bersebelahan tanpa bicara. Ia rindu.

Read more…

11.03.2013

Alona

Ia duduk sendirian di sebuah kursi rumah makan, seorang wanita muda bernama Alona. Banyak pikiran yang memenuhi otaknya, masa lalu dan masa depan. Beberapa kali air matanya menggenang dan perasaannya membuncah, namun ekspresinya tak berubah. Dia hanya terdiam, dan masih jua melamun.

Read more…